Hosted by Dailymotion. For legal issues report at the Copyright Center, report us on DMC, or use the Instant Removal tool.
Desa Ekonomi Kreatif
B
Bibit Wortel
1 Views • Jan 18, 2022
Description
Desa Ketapang mencakup wilayah yang cukup luas di mana pesisir pantainya berupa pelabuhan dan kawasan industri, sedangkan semakin ke barat adalah wilayah hutan dengan gugusan bukit kapur. Desa ini dilewati saat melintasi Jalur Pantura Banyuwangi-Situbondo.
Wilayah pelabuhan ini mulai dibangun pada dekade 1980-an saat otoritas pelabuhan Indonesia, Pelindo III menemukan lokasi yang akhirnya disebut Tanjung Wangi ini lebih cocok untuk didirikan pelabuhan besar dibandingkan dengan area Pelabuhan Boom yang sangat dekat dengan dengan Kota Banyuwangi. Selain Pelabuhan Tanjung Wangi (Pelabuhan Meneng), ada juga Pelabuhan Ketapang yang menjadi penghubung Pulau Jawa dan Bali dengan moda transportasi kapal feri. Karena ada pelabuhan ini, di bagian pesisir Desa Ketapang mulai berdiri beberapa pabrik-pabrik maupun gudang industri (seperti halnya di Bulusan dan Klatak), seperti misalnya Terminal Aspal Curah, Bulog Pergudangan Ketapang I dan II, Semen Gresik, dan Djakarta Lloyd. Selain itu di area ini juga berdiri Pangkalan TNI AL (Lanal) Banyuwangi. Untuk mendukung keberadaan pelabuhan juga dibangun fasilitas transportasi lain seperti Stasiun Banyuwangi Baru dan Terminal Sritanjung. Sedangkan bagian barat desa diisi dengan perkampungan warga dan hutan dengan gugusan bukit kapur. Di area ini banyak dibangun perumahan-perumahan, sekolah-sekolah seperti SMP Negeri 1 Kalipuro dan SMK Negeri 1 Kalipuro.
Beberapa destinasi wisata yang bisa dikunjungi di desa ini seperti Gua Jepang, Pemandian Penawar dan Sunrise Villa di mana di tempat tersebut cocok untuk melihat matahari terbit di pagi hari, dan Pantai Watu Dodol. Karena adanya destinasi wisata ini, selain alasan lain berhubungan dengan Pulau Bali, maka di desa ini juga banyak berdiri hotel-hotel seperti Hotel Manyar, Hotel Banyuwangi Beach, Hotel Watudodol dan beberapa hotel lainnya. Selain hotel juga terdapat restoran dan cafe, seperti Restoran Grafika, Restoran Watudodol, Ikan Bakar, Laggallus dan Green Diamond Cafe.
Desa ini dilewati oleh Jalan Gatot Subroto, di mana jalan ini menjadi jalan poros areal pelabuhan dan lintas Banyuwangi-Situbondo. Selain itu ada juga Jalan Lingkar Ketapang (Ketapang Ringroad) yang berguna saat terjadi kemacetan di Jalan Gatot Subroto, sehingga dilakukan pengalihan arus kendaran antara Banyuwangi-Situbondo atau sebaliknya dan Jalan Gatot Subroto hanya digunakan sebagai akses menuju ke Pelabuhan Ketapang. Di ujung timur Jalur Pantura ini juga terdapat Pantai Watu Dodol yang ditandai dengan patung Gandrung dan batu besar menjulang tinggi di tengah-tengah jalan dan membagi jalan menjadi dua. Lalu, tidak jauh dari Pantai Watu Dodol terdapat Jembatan Timbang Watudodol
Wilayah pelabuhan ini mulai dibangun pada dekade 1980-an saat otoritas pelabuhan Indonesia, Pelindo III menemukan lokasi yang akhirnya disebut Tanjung Wangi ini lebih cocok untuk didirikan pelabuhan besar dibandingkan dengan area Pelabuhan Boom yang sangat dekat dengan dengan Kota Banyuwangi. Selain Pelabuhan Tanjung Wangi (Pelabuhan Meneng), ada juga Pelabuhan Ketapang yang menjadi penghubung Pulau Jawa dan Bali dengan moda transportasi kapal feri. Karena ada pelabuhan ini, di bagian pesisir Desa Ketapang mulai berdiri beberapa pabrik-pabrik maupun gudang industri (seperti halnya di Bulusan dan Klatak), seperti misalnya Terminal Aspal Curah, Bulog Pergudangan Ketapang I dan II, Semen Gresik, dan Djakarta Lloyd. Selain itu di area ini juga berdiri Pangkalan TNI AL (Lanal) Banyuwangi. Untuk mendukung keberadaan pelabuhan juga dibangun fasilitas transportasi lain seperti Stasiun Banyuwangi Baru dan Terminal Sritanjung. Sedangkan bagian barat desa diisi dengan perkampungan warga dan hutan dengan gugusan bukit kapur. Di area ini banyak dibangun perumahan-perumahan, sekolah-sekolah seperti SMP Negeri 1 Kalipuro dan SMK Negeri 1 Kalipuro.
Beberapa destinasi wisata yang bisa dikunjungi di desa ini seperti Gua Jepang, Pemandian Penawar dan Sunrise Villa di mana di tempat tersebut cocok untuk melihat matahari terbit di pagi hari, dan Pantai Watu Dodol. Karena adanya destinasi wisata ini, selain alasan lain berhubungan dengan Pulau Bali, maka di desa ini juga banyak berdiri hotel-hotel seperti Hotel Manyar, Hotel Banyuwangi Beach, Hotel Watudodol dan beberapa hotel lainnya. Selain hotel juga terdapat restoran dan cafe, seperti Restoran Grafika, Restoran Watudodol, Ikan Bakar, Laggallus dan Green Diamond Cafe.
Desa ini dilewati oleh Jalan Gatot Subroto, di mana jalan ini menjadi jalan poros areal pelabuhan dan lintas Banyuwangi-Situbondo. Selain itu ada juga Jalan Lingkar Ketapang (Ketapang Ringroad) yang berguna saat terjadi kemacetan di Jalan Gatot Subroto, sehingga dilakukan pengalihan arus kendaran antara Banyuwangi-Situbondo atau sebaliknya dan Jalan Gatot Subroto hanya digunakan sebagai akses menuju ke Pelabuhan Ketapang. Di ujung timur Jalur Pantura ini juga terdapat Pantai Watu Dodol yang ditandai dengan patung Gandrung dan batu besar menjulang tinggi di tengah-tengah jalan dan membagi jalan menjadi dua. Lalu, tidak jauh dari Pantai Watu Dodol terdapat Jembatan Timbang Watudodol
More from User
03:00
Desa Ekonomi Kreatif
Bibit Wortel
00:58
Penerapan K3 Di Dunia kerja
Bibit Wortel
Related Videos
02:32
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno Kunjungi Desa Wisata Pentingsari
KompasTV
01:41
Menparekraf: Desa Wisata Krebet Miliki Kekuatan Ekonomi Kreatif
okezone.com
07:30
Wonosobo Majukan Sektor Ekonomi Kreatif, Raih Apresiasi Daerah Peduli Inovasi Ekonomi Kreatif
KompasTV
02:05
Menteri Ekonomi Kreatif Luncurkan Program Santri Kreatif Indonesia di Aceh
KompasTV
01:00
Pegiat Ekonomi Kreatif Karangasem Berkolaborasi di Kombet Kreatif
TempoVideo
01:00
Pegiat Ekonomi Kreatif Karangasem Berkolaborasi di Kombet Kreatif
TempoVideo