Hosted by Dailymotion. For legal issues report at the Copyright Center, report us on DMC, or use the Instant Removal tool.
Waspada Badai Sitokin - AYO SEHAT
Description
KOMPASTV - Badai Sitokin adalah sindrom yang mengacu pada sekelompok gejala medis, saat seseorang mengalami badai sitokin maka sistem kekebalan tubuh mengalami banyak peradangan.
Jika hal tersebut terjadi terus menerus, maka akan terjadi gagal fungsi pada organ tubuh terntenu, hingga dapat memicu kematian.
Namun badai sitokin terjadi tidak hanya pada pasien covid-19 saja, karena juga bisa terjadi pada penderita lainnya seperti pasien autoimun, pasien influenza h1n1, dan juga terjadi pada pasien dalam pengobatan kanker.
Munculnya badai sitokin dipicu oleh infeksi virus. Dilansir dari kompas.com, menurut penelitian dari mukesh kumar, ahli virologi dan imunologi georgia university di Atlanta, menyatakan bahwa virus menggandakan diri dengan sangat cepat setelah menginfeksi sel. Kemudian sel tubuh mulai mengirimkan sinyal bahaya.
Saat sel merasakan akan ada bahaya, sel akan langsung merespon dengan membunuh dirinya sendiri, agar sel yang sudah rusak tersebut tidak menyebar ke sel lain. Hal itu disebut sebagai mekanisme perlindungan diri oleh sel.
Dampaknya, jika ada banyak sel yang merasakan bahaya, dan melakukan bunuh diri sel secara bersamaan, maka banyak jaringan tubuh yang tidak berfungsi. Dan jumlah sitokin yang diproduksi oleh sel tubuh merupakan respon dari infeksi virus covid-19.
Lalu seperti apa cara pencegahan dan penanganan badai sitokin pada penderita covid-19?, temukan jawabannya di ayo sehat.
Follow us:
Instagram : @ayosehat_kompastv
Jika hal tersebut terjadi terus menerus, maka akan terjadi gagal fungsi pada organ tubuh terntenu, hingga dapat memicu kematian.
Namun badai sitokin terjadi tidak hanya pada pasien covid-19 saja, karena juga bisa terjadi pada penderita lainnya seperti pasien autoimun, pasien influenza h1n1, dan juga terjadi pada pasien dalam pengobatan kanker.
Munculnya badai sitokin dipicu oleh infeksi virus. Dilansir dari kompas.com, menurut penelitian dari mukesh kumar, ahli virologi dan imunologi georgia university di Atlanta, menyatakan bahwa virus menggandakan diri dengan sangat cepat setelah menginfeksi sel. Kemudian sel tubuh mulai mengirimkan sinyal bahaya.
Saat sel merasakan akan ada bahaya, sel akan langsung merespon dengan membunuh dirinya sendiri, agar sel yang sudah rusak tersebut tidak menyebar ke sel lain. Hal itu disebut sebagai mekanisme perlindungan diri oleh sel.
Dampaknya, jika ada banyak sel yang merasakan bahaya, dan melakukan bunuh diri sel secara bersamaan, maka banyak jaringan tubuh yang tidak berfungsi. Dan jumlah sitokin yang diproduksi oleh sel tubuh merupakan respon dari infeksi virus covid-19.
Lalu seperti apa cara pencegahan dan penanganan badai sitokin pada penderita covid-19?, temukan jawabannya di ayo sehat.
Follow us:
Instagram : @ayosehat_kompastv
More from User
27:45
[FULL] Pukat UGM & MBG Watch Soroti Evaluasi Tata Kelola MBG di Tengah Pengusutan Kasus Korupsi
KompasTV
15:55
Orasi hingga Teriakan Massa Demo Kritisi Ekonomi RI di Gejayan Yogyakarta
KompasTV
06:20
Menkeu Purbaya: Efisiensi & Refocusing Anggaran Berlanjut Pada 2027
KompasTV
11:50
[FULL] Terungkap! Kapolres Boyolali Beber Kronologi-Motif Kasus Sate Maut, Menantu Jadi Tersangka
KompasTV
14:45
[FULL] Menyoal Tata Kelola MBG Pasca Pengungkapan Korupsi, Ini Kata Gerindra & MBG Watch!
KompasTV
21:39
[FULL] BI Rate hingga BBM Pertamax Mendadak Naik, Saatnya Fiskal Berbenah? Ini Kata Ekonom
KompasTV
Related Videos
01:13
Waspada Penyakit Stroke Mendadak | AYO SEHAT
KompasTV
01:13
Waspada Penyakit Stroke Mendadak | AYO SEHAT
KompasTV
23:16
Ayo Sehat Waspada Penularan COVID-19 pada Anak
KompasTV
09:06
Ancaman Badai Sitokin, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Jelaskan Ciri-ciri sampai Pencegahan!
KompasTV
02:20
PAPDI Minta Pasien Covid-19 Waspadai Badai Sitokin
KompasTV
22:47
Penyakit Jantung Bawaan Pada Anak | AYO SEHAT
KompasTV