Hosted by Dailymotion. For legal issues report at the Copyright Center, report us on DMC, or use the Instant Removal tool.
Tiga Asteroid Melintas Ke Bumi
616 Views • Sep 30, 2019
Description
Asteroid dengan ukuran paling besar memiliki panjang sekitar 67 meter, atau sama dengan panjang antarsayap pesawat Boeing 747.
Dikutip dari Kompas.com, Selasa (10/9/2019), tiga asteroid memang telah diprediksi oleh NASA, khususnya Center for Near Earth Object Studies (CNEOS).
Asteroid pertama yang melintasi Bumi, dinamakan 2019 QZ3, memiliki panjang 67 meter dengan kecepatan 16.700 mil/jam.
Asteroid ini melintasi bumi pukul 06.49 Eastern Daylight Time (EDT), atau pukul 05.49 waktu Jakarta.
Asteroid kedua dinamakan 2019 RG2, dengan panjang 20 meter dan kecepatan hampir 50.000 mil/jam.
Diperkirakan asteroid kedua ini akan melintasi bumi pukul 15.13 EDT, atau pukul 14.13 waktu Jakarta.
Di belakang 2019 RG2 terdapat asteroid ketiga, yang dinamakan 2019 QY4.
Asteroid ini melintasi bumi dengan kecepatan 17.380 mil/jam, dan panjang 15 meter.
Asteroid terakhir ini akan melintas sekitar pukul 21.10 EDT atau pukul 20.10 waktu Jakarta.
Ketiga asteroid ini diklasifikasikan CNEOS sebagai asteroid Apollo.
Orbit ketiganya sangat luas melintasi bumi dan matahari.
Dari tahun ke tahun, orbit mereka semakin bersinggungan dengan orbit bumi ke matahari.
Oleh karena kedekatan orbit tersebut, ketiga asteroid ini dikelompokkan ke dalam Near-Earth Objects (NEOs).
Berdasarkan CNEOS, NEOs merupakan obyek luar angkasa yang tertarik oleh gravitasi planet terdekat.
Jaraknya hanya 1,4 juta km dari bumi
Situs berita Express.co.uk menyebutkan jarak ketiga asteroid ini tercatat menjadi yang paling dekat dengan bumi, yaitu 1,4 juta kilometer.
Meski begitu, ahli astronomi NASA, Neil deGrasse Tyson menjelaskan asteroid yang melintas hari ini bukanlah yang paling mengancam kehidupan bumi.
“Selain asteroid, banyak hal yang bisa menimbulkan kepunahan pada bumi,” tutur Neil yang memiliki podcast bertajuk “StarTalk” tersebut.
Misi yang pertama kali dilakukan ini mencoba untuk menerbangkan dua buah drone, dinamakan CubeSats, ke dalam orbit asteroid.
Harapannya, asteroid tersebut bisa dibelokkan.
“Asteroid ini, bersama dengan ribuan asteroid lainnya, memiliki potensi risiko untuk planet kita. Bayangkan sebuah gunung atau batu seukuran piramida di luar sana,” tambah Neil.
More from User
Clinton Road, Film Horor tentang Urban Legend di New Jersey
Tribunnewswiki
Komunitas Solo Suzuki Satria Club Beri Bantuan Air Bersih pada Warga Terdampak Kekeringan di Sragen
Tribunnewswiki
TNI Klaim Evakuasi 3000 Orang Pasca-Insiden Rusuh di Wamena
Tribunnewswiki
Republik Vanuatu, Sebuah Negara Kepulauan yang Terletak di Barat Daya Samudra Pasifik
Tribunnewswiki
Tiga Politisi Ini Minta Jokowi Tak Terbitkan Perppu UU KPK, dari Fahri Hamzah hingga Maman Imanulhaq
Tribunnewswiki
Pagi Ini, Senin (30/09/2019) Sidang Paripurna Terakhir DPR Masa Jabatan 2014-2019
Tribunnewswiki
Related Videos
Sambil Menjerit Minta Pulang ke Indonesia, Tiga Setia Gara Beberkan Kronologi Penyiksaan sang Suami
Tribunnewswiki
Sambil Menjerit Minta Pulang ke Indonesia, Tiga Setia Gara Beberkan Kronologi Penyiksaan sang Suami
Tribunnewswiki
Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka Buperta Cibubur, Bumi Perkemahan yang Telah Ada Sejak 1973
Tribunnewswiki
Satelit Telstar - Satelit Komunikasi Pertama di Bumi
Tribunnewswiki
Apolo 11 - Kisah Perjalanan Menuju Satelit Bumi (Bulan)
Tribunnewswiki
Gempa Bumi, Bencana yang Susah Diprediksi
Tribunnewswiki