Hosted by Dailymotion. For legal issues report at the Copyright Center, report us on DMC, or use the Instant Removal tool.
Tes Baca Qur'an Relevan?
Description
Jokowi lewat tim kampanyenya udah pastikan bakal datang ke tes baca Al-Qur'an di Aceh. Lain hal dengan Prabowo, doi gak bisa datang karena mau fokus ke debat Pilpres tanggal 17 Januari nanti.
Ide tes baca Al-Qur’an datang dari Marsyuddin Ishak, Dewan Pimpinan Ikatan Dai di Aceh. Doi ngundang para capres-cawapres untuk datang ke Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh tanggal 15 Januari 2019. Tes ini dilakukan buat ngebuktiin siapa yang paling taat beribadah dan pantas dipilih dalam pemilihan presiden 2019 nanti.
Karyono Wibowo Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) bilang rencana tes ini adalah kemunduran demokrasi. Tes baca Al-Qur’an keluar dari proses demokrasi dan hanya memikirkan menang atau kalah, bukan kepada kepentingan rakyat. Dampaknya bisa meluas, bisa terjadi konflik sosial di masyarakat. Serta hanya memanaskan isu politik identitas dan SARA di Pilpres 2019.
Sekjen Komite Independen Pemantau Pemilu Kaka Suminta bilang ini gak ada kaitan antara kepemimpinan dan kapabilitas membaca kitab suci. Karena memang gak berpengaruh sama kemampuan pimpinan serta visi dan misi para calon. Agam cuma syarat peserta pemilu untuk menjadi pemimpin kepemerintahan termasuk presiden. Gak ada ukuran paling taat atau paling jago baca kita suci. Udah jelas kok aturannya, gak ada tes baca kitab suci dalam demokrasi Indonesia.
Ide tes baca Al-Qur’an datang dari Marsyuddin Ishak, Dewan Pimpinan Ikatan Dai di Aceh. Doi ngundang para capres-cawapres untuk datang ke Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh tanggal 15 Januari 2019. Tes ini dilakukan buat ngebuktiin siapa yang paling taat beribadah dan pantas dipilih dalam pemilihan presiden 2019 nanti.
Karyono Wibowo Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) bilang rencana tes ini adalah kemunduran demokrasi. Tes baca Al-Qur’an keluar dari proses demokrasi dan hanya memikirkan menang atau kalah, bukan kepada kepentingan rakyat. Dampaknya bisa meluas, bisa terjadi konflik sosial di masyarakat. Serta hanya memanaskan isu politik identitas dan SARA di Pilpres 2019.
Sekjen Komite Independen Pemantau Pemilu Kaka Suminta bilang ini gak ada kaitan antara kepemimpinan dan kapabilitas membaca kitab suci. Karena memang gak berpengaruh sama kemampuan pimpinan serta visi dan misi para calon. Agam cuma syarat peserta pemilu untuk menjadi pemimpin kepemerintahan termasuk presiden. Gak ada ukuran paling taat atau paling jago baca kita suci. Udah jelas kok aturannya, gak ada tes baca kitab suci dalam demokrasi Indonesia.
More from User
00:42
Maskapai Garuda Indonesia Kolaborasi Dengan The Goods Dept
Opini.ID
00:36
Elon Musk Jadi CEO Dengan Gaji Tertinggi Sepanjang Sejarah
Opini.ID
00:30
Bikin Makam Untuk Protes Jalanan Rusak
Opini.ID
00:30
UPD Gak Cair, Anggota DPRD Mau Mogok Kerja
Opini.ID
00:29
George Clooney Bantu Banjir Como, Italia
Opini.ID
00:31
Kartu Nikah Disponsori Redmi?
Opini.ID
Related Videos
01:29
Trump Masih Ngotot Menang Pilpres, Gak Terima Hasil Pilpres Amerika 2020
Opini.ID
01:16
Hasil Pilpres Amerika, Joe Biden Jadi Pemenang
Opini.ID
02:03:53
Full Live Streaming Debat Pilpres Jilid 4 - Jokowi vs Prabowo
Opini.ID
01:10
China Lagi Gencar Tes COVID-19 Pake Metode Swab Anal
Opini.ID
00:47
Mesin Penjual Alat Tes HIV
Opini.ID
00:52
#1MENIT| Tes CPNS Kok bawa Jimat
Opini.ID