Pluralisme Untuk Indonesia, Berbeda Tapi Tetap Satu
Description
JAKARTA, KOMPAS.TV - Negara Indonesia adalah negara yang memiliki banyak suku dan budaya, di tengah banyaknya perbedaan, Indonesia memiliki masyarakat yang saling menghargai satu sama lain, dan sikap saling tenggang rasa bagi semua umat beragama.
Kuliah ramadan pagi ini, disampaikan Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, untuk memetik pelajaran, menjadikan perbedaan sesuatu hal yang baik.
Dunia butuh Indonesia dengan warisan pluralismenya untuk mengawal dan menjaga perdamaian serta sikap saling menghargai satu dengan lainnya pada masa datang.
Hal itu akan menjadi hadiah besar dari Indonesia untuk dunia yang pasti disetujui Yap Thiam Hien, tokoh anti diskriminasi.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik DKI Jakarta Darwis M Adji, yang membacakan sambutan Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono, berharap munculnya sosok Yap Thiam Hien pada masa kini dan mendatang.
\"Kita memiliki kebijakan untuk melindungi keberagaman dalam berbagai hal. Untuk itu, pemahaman secara utuh pluralisme menjadi penting karena kesalahan pemahaman akan menimbulkan kontraproduktif,\" katanya.
Dalam terang sekelumit fakta-fakta sejarah di ataslah sebenarnya ide pluralisme dan toleransi bukanlah ide yang berangkat jauh dari luar dan ditanamkan tanpa penyesuaian di Indonesia.
Pluralisme adalah batang tubuh dari keindonesiaan kita. Setelah ide-ide ini digemakan oleh Soekarno dan Abdurrahman Wahid, kita membutuhkan lahirnya generasi baru yang membela pluralisme Indonesia sebagai benteng republik.
Kuliah ramadan pagi ini, disampaikan Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, untuk memetik pelajaran, menjadikan perbedaan sesuatu hal yang baik.
Dunia butuh Indonesia dengan warisan pluralismenya untuk mengawal dan menjaga perdamaian serta sikap saling menghargai satu dengan lainnya pada masa datang.
Hal itu akan menjadi hadiah besar dari Indonesia untuk dunia yang pasti disetujui Yap Thiam Hien, tokoh anti diskriminasi.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik DKI Jakarta Darwis M Adji, yang membacakan sambutan Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono, berharap munculnya sosok Yap Thiam Hien pada masa kini dan mendatang.
\"Kita memiliki kebijakan untuk melindungi keberagaman dalam berbagai hal. Untuk itu, pemahaman secara utuh pluralisme menjadi penting karena kesalahan pemahaman akan menimbulkan kontraproduktif,\" katanya.
Dalam terang sekelumit fakta-fakta sejarah di ataslah sebenarnya ide pluralisme dan toleransi bukanlah ide yang berangkat jauh dari luar dan ditanamkan tanpa penyesuaian di Indonesia.
Pluralisme adalah batang tubuh dari keindonesiaan kita. Setelah ide-ide ini digemakan oleh Soekarno dan Abdurrahman Wahid, kita membutuhkan lahirnya generasi baru yang membela pluralisme Indonesia sebagai benteng republik.
Keywords & Tags
More from User
01:09
Malam Mencekam, Seorang Pria Tembak WNA Asal Tiongkok dan Petugas di Kelab Malam Bali | SAPA MALAM
KompasTV
07:38
Boyamin MAKI Sentil Hotman soal Penetapan Tersangka Izin Presiden Terkait Kasus Eks Jampidsus
KompasTV
02:14
Polisi Olah TKP Lanjutan Kasus Kematian Dokter PPDS, Telusuri Jejak hingga Lokasi Terakhir Korban
KompasTV
01:09
Saluran Air di Surabaya Mendadak Mengeluarkan Api, Dugaan Kebocoran Pipa Gas Diselidiki | SAPA MALAM
KompasTV
01:11
Hanya karena Antrean Solar, Sopir Truk Diduga Tikam Sesama Pengemudi di SPBU | SAPA MALAM
KompasTV
01:11
Api Melalap 3 Kapal Nelayan di Muara Angke, Kebakaran Diduga Akibat Korsleting Listrik
KompasTV
Related Videos
01:21
Serukan Pemilu Damai 2024 di Bhayangkara Fun Walk, Kapolri: Boleh Berbeda, tapi Tetap Jaga Persatuan
KompasTV
02:15
Pembukaan Karnaval Budaya Jaringan Kota Pusaka Indonesia 2021, Bima Arya Klaim Tetap Patuhi Prokes
KompasTV
01:25
Megawati ke Anak Muda: Tak Masalah Suka K-Pop tapi Jangan Lupa Budaya Indonesia
KompasTV
00:59
Ada Corona, Tapi Raja dan Ratu Belanda Tetap Datang. Indonesia Aman?
KompasTV
01:35
Liga Satu Dan Dua Indonesia Ditunda PSM Makassar Tetap Berlatih Di Yogyakarta
KompasTV
02:03
Varian Omicron Masuk Indonesia, Wali Kota Malang Minta Warga Tidak Cemas Tapi Tetap Waspada
KompasTV