Hosted by Dailymotion. For legal issues report at the Copyright Center, report us on DMC, or use the Instant Removal tool.
"Pekanbaru Sampai Mati"
T
Tribunnews
1 Views • Dec 13, 2015
Description
TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU - Puluhan warga RT 01/ RW 15 Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Minggu (13/12/2015) pagi, melakukan aksi demo terkait tapal batas Kampar dan Pekanbaru.
Mereka memblokir jalan dan bakar ban di depan Gedung SMA 14 Pekanbaru.
Warga menolak jika wilayah yang selama ini mereka diami itu, akan masuk ke wilayah administrasi Kabupaten Kampar, pascakeluarnya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomoe 18 Tahun 2015 tentang Batas Daerah Kabupaten Kampar dan Pekanbaru.
Selain melakukan aksi bakar ban, warga juga membentangkan sejumlah poster betuliskan penolakan wilayah mereka masuk kampar.
"Pekanbaru Sampai Mati," begitulah salah satu tulisan dari poster yang mereka bentangkan hari itu.
IMP Sinuhaji, Ketua RT 01/ RW 15, Kelurahan Simpang Tiga, mengungkapkan kekecewaannya kepada pemerintah, yang terkesan menutupi-nutupi permasalahan tapal batas itu.
Pasalnya, Pemendagri itu dikeluarkan dan ditanda tangani oleh Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumolo, pada 26 Januari 2015.
Namun, sudah satu tahun sejak Permendagri itu keluar, belum sekalipun ada pihak pemerintah yang melakukan sosilisasi kepada warga.
Lebih menyakitkan lagi, warga justru mengetahui prihal permasalahan itu, dari informasi yang berkembang di masyarakat.
Padahal menurutnya, permasalahan tapal batas seharusnya disosialisasikan.
Sinuhaji menegaskan, warga di tiga RW telah duduk bersama dan membahas permasalahan itu.
Warga, kata Sinuhaji, bersepakat akan menempuh jalur hukum, dan menggugat Pemerintah, termasuk melakukan Judicial Review atau gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara.
Selain itu, mereka juga akan melakukan aksi besar-besaran di Kantor Gubernur, Walikota dan DPRD, mendesak agar pemerintah memperjuangkan keinginan warga.
Berdasarkan Pemendagri itu, setidaknya ada tiga wilayah yang akan berubah dan masuk dalam wilayah Administrasi Kabupaten Kampar, daerah itu yakni RW 15, Kelurahan Simpang Tiga, dan RW 16, 18 Kelurahan Air Dingin, Pekanbaru. (*)
Mereka memblokir jalan dan bakar ban di depan Gedung SMA 14 Pekanbaru.
Warga menolak jika wilayah yang selama ini mereka diami itu, akan masuk ke wilayah administrasi Kabupaten Kampar, pascakeluarnya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomoe 18 Tahun 2015 tentang Batas Daerah Kabupaten Kampar dan Pekanbaru.
Selain melakukan aksi bakar ban, warga juga membentangkan sejumlah poster betuliskan penolakan wilayah mereka masuk kampar.
"Pekanbaru Sampai Mati," begitulah salah satu tulisan dari poster yang mereka bentangkan hari itu.
IMP Sinuhaji, Ketua RT 01/ RW 15, Kelurahan Simpang Tiga, mengungkapkan kekecewaannya kepada pemerintah, yang terkesan menutupi-nutupi permasalahan tapal batas itu.
Pasalnya, Pemendagri itu dikeluarkan dan ditanda tangani oleh Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumolo, pada 26 Januari 2015.
Namun, sudah satu tahun sejak Permendagri itu keluar, belum sekalipun ada pihak pemerintah yang melakukan sosilisasi kepada warga.
Lebih menyakitkan lagi, warga justru mengetahui prihal permasalahan itu, dari informasi yang berkembang di masyarakat.
Padahal menurutnya, permasalahan tapal batas seharusnya disosialisasikan.
Sinuhaji menegaskan, warga di tiga RW telah duduk bersama dan membahas permasalahan itu.
Warga, kata Sinuhaji, bersepakat akan menempuh jalur hukum, dan menggugat Pemerintah, termasuk melakukan Judicial Review atau gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara.
Selain itu, mereka juga akan melakukan aksi besar-besaran di Kantor Gubernur, Walikota dan DPRD, mendesak agar pemerintah memperjuangkan keinginan warga.
Berdasarkan Pemendagri itu, setidaknya ada tiga wilayah yang akan berubah dan masuk dalam wilayah Administrasi Kabupaten Kampar, daerah itu yakni RW 15, Kelurahan Simpang Tiga, dan RW 16, 18 Kelurahan Air Dingin, Pekanbaru. (*)
Keywords & Tags
More from User
00:56
Viral Pernikahan Sesama Jenis di Cianjur 2 Mempelai Ternyata Wanita, 2 Tahun Pacaran Baru Ketahuan
Tribunnews
00:58
Wanita Ini Kaget saat Tahu Dia Nonton Bioskop Sendirian tanpa Orang Lain, Berasa Sewa Satu Gedung
Tribunnews
00:56
TERBONGKAR Rahasia Dian Sastro Tetap Terlihat Cantik & Awet Muda, Ternyata Sering Lakukan Ritual Ini
Tribunnews
02:12
BANSOS dari Pemerintah Berlanjut hingga Tahun Depan, Warga yang Belum Dapat Bisa Lapor ke RT
Tribunnews
00:43
MAHASISWA DUGEM BARENG KAPRODI di Kampus Palembang, Kadis Budpar Sumsel Mungkin Khilaf
Tribunnews
07:22
Cerita Bang Jabo, Gratiskan Pempek untuk Anak Yatim Piatu dan Dhuafa karena Ingin Terus Berbagi
Tribunnews
Related Videos
02:07
Akan Digusur PT KAI, Warga Demo di Kantor Gubernur Sumsel
Tribunnews
01:13
PT Perta Arun Gas Lhokseumawe di Demo Ratusan Warga(1)
Tribunnews
02:23
NGAKAK, Laki-laki Ini Tunjukkan Ciri-ciri Ikan Mati secara Syahid dan Mati Tersiksa karena Ghibah
Tribunnews
01:46
Massa Desak Polda Riau Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi Seragam Sekolah di Disdik Kampar
Tribunnews
00:45
Akhirnya Ditahan, Mantan Direktur PD BPR Sarimadu Kampar Tak Bisa Lagi Mangkir dengan Alasan Sakit Gigi
Tribunnews
00:31
Sungai Kampar Meluap, Santriwati Ini Menjerit Ketakutan
Tribunnews