Hosted by Dailymotion. For legal issues report at the Copyright Center, report us on DMC, or use the Instant Removal tool.
Jangan Jadi Bucin. Part 2
Description
Ustadz Tio melanjutkan bahasannya soal cinta yang terbagi tiga yakni Pandangan Islam, Bentuk Cinta dan Menjaga Cinta.
Dalam mencintai sesama, manusia ini memiliki kecenderungan yang telah diceritakan dalam Al Quran, yaitu
Zuyyina lin-nasi ubbusy-syahawati minan-nisai wal-banina wal-qanairil-muqanarati minaz-zahabi wal-fiati wal-khailil-musawwamati wal-an'ami wal-ars, zalika mata'ul-ayatid-dun-ya, wallahu 'indah usnul-maab
"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (Ali Imran Ayat 14)
Namun ada pula cinta yang dilarang dalam Islam yaitu mencintai sesama jenis atau yg dikenal saat ini dengan istilah LGBT.
Dan sebaliknya mencintai manusia yang berbeda jenis ini sangat dianjurkan dengan tujuan untuk memperbanyak keturunan manusia agar dapat memakmurkan bumi inisebagaimana khalifatullah fil ardhi.
Apakah cinta itu adalah persoalan yang melulu bicara soal hati? Ustadz Tio menjawabnya, Tentu tidak karena cinta adalah persoalan yang berkaitan dengan ajaran Allah dan RasulNya, sehingga hati ini harus mengikuti keduaNya bila tak ingin kecewa.
Dari Abu Hamzah Anas bin Malik radhiyallahu anhu, pembantu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri." (HR. Bukhari dan Muslim)
Sebab bila seseorang mencintai seseorang karena kecantikannya, sesungguhnya kecantikan akan hilang
Bila seseorang mencintai seseorang karena kekayaannya, sesungguhnya suatu saat ia bisa jatuh dalam kemiskinan
Bila seseorang mencintai seseorang karena kedudukannya, sesungguhnya tidak ada kedudukan yang langgeng dimuka bumi ini
Namun Bila seseorang mencintai atau dicintai seseorang karena Allah Subhanahu wa ta'ala sebab keimanan yang ada dalam dirinya, inilah yang dinamakan cinta yang sesuai ajaran Islam
Kemudian sebagai kata kuncinya perwujudan cinta ini harus dilandasi oleh ikatan nikah
Wallahu alam bis shawab
Dalam mencintai sesama, manusia ini memiliki kecenderungan yang telah diceritakan dalam Al Quran, yaitu
Zuyyina lin-nasi ubbusy-syahawati minan-nisai wal-banina wal-qanairil-muqanarati minaz-zahabi wal-fiati wal-khailil-musawwamati wal-an'ami wal-ars, zalika mata'ul-ayatid-dun-ya, wallahu 'indah usnul-maab
"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (Ali Imran Ayat 14)
Namun ada pula cinta yang dilarang dalam Islam yaitu mencintai sesama jenis atau yg dikenal saat ini dengan istilah LGBT.
Dan sebaliknya mencintai manusia yang berbeda jenis ini sangat dianjurkan dengan tujuan untuk memperbanyak keturunan manusia agar dapat memakmurkan bumi inisebagaimana khalifatullah fil ardhi.
Apakah cinta itu adalah persoalan yang melulu bicara soal hati? Ustadz Tio menjawabnya, Tentu tidak karena cinta adalah persoalan yang berkaitan dengan ajaran Allah dan RasulNya, sehingga hati ini harus mengikuti keduaNya bila tak ingin kecewa.
Dari Abu Hamzah Anas bin Malik radhiyallahu anhu, pembantu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri." (HR. Bukhari dan Muslim)
Sebab bila seseorang mencintai seseorang karena kecantikannya, sesungguhnya kecantikan akan hilang
Bila seseorang mencintai seseorang karena kekayaannya, sesungguhnya suatu saat ia bisa jatuh dalam kemiskinan
Bila seseorang mencintai seseorang karena kedudukannya, sesungguhnya tidak ada kedudukan yang langgeng dimuka bumi ini
Namun Bila seseorang mencintai atau dicintai seseorang karena Allah Subhanahu wa ta'ala sebab keimanan yang ada dalam dirinya, inilah yang dinamakan cinta yang sesuai ajaran Islam
Kemudian sebagai kata kuncinya perwujudan cinta ini harus dilandasi oleh ikatan nikah
Wallahu alam bis shawab
Keywords & Tags
More from User
49:09
39 Pemda Tak Kuat Gaji PPPK, Tanggung Jawab Siapa? | BUSINESS TALK
KompasTV
10:25
FULL! Polisi Beberkan Kronologi Penangkapan Taufik di Majalaya, Langsung Ditahan
KompasTV
13:28
[FULL] Feri Amsari Respons soal Ketua BEM FH UBK Terima Uang Rp20 Juta Usai Demo | KOMPAS PETANG
KompasTV
00:23
Portugal vs Uzbekistan, Cristiano Ronaldo Bidik Gol Perdana di Grup K | KOMPAS MALAM
KompasTV
02:15
Jokowi Hormati Keputusan Kejari Jaksel, Roy-Tifa Bersiap Hadapi Sidang di PN Jaktim | BERUT
KompasTV
00:54
Kebakaran Hanguskan Gudang Tembakau di Bondowoso, Api Berhasil Dipadamkan Setelah 4 Jam | BERUT
KompasTV
Related Videos
07:57
Jangan Jadi Bucin Part 3
KompasTV
05:46
Jangan Jadi Bucin Part 1
KompasTV
07:22
Kebucinan Ronaldo Sewa Burj Khalifa untuk Sang Pacar! Bucin Boleh, Tapi Jangan Toxic Financialship
KompasTV
10:43
Apa Benar David Nurbianto Seorang "Bucin"? | Apa Kata Cinta - KATA KITA (1)
KompasTV
03:42
Sebelum Bucin, Ada Peribahasa Cinta itu Buta yang Dikenal Sejak tahu 1400-an - SELASA BAHASA
KompasTV
10:28
JK Sebut Modal Jadi Ketum Golkar Rp600 Miliar, Pengamat: Jangan-Jangan Buat Suap Peserta Kongres
KompasTV