Hosted by Dailymotion. For legal issues report at the Copyright Center, report us on DMC, or use the Instant Removal tool.
Jalan yang Sesat
Description
Kita senantiasa berdoa pada Allah dalam shalat kita minimal 17 kali dalam sehari, yaitu saat membaca surat Al-Fatihah. Kita senantiasa meminta pada Allah, "Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat." (QS. Al-Fatihah: 6-7)
Dalam Tafsir Ibnu Katsir diterangkan yang diminta dalam ayat di atas adalah hidayah al-irsyad wa at-taufiq, yaitu hidayah untuk bisa menerima kebenaran dan mengamalkannya, bukan sekedar hidayah untuk dapat ilmu. Jadi maksudnya kata beliau, kita minta pada Allah, tunjukkankah kita pada jalan yang lurus. Adapun makna shirathal mustaqim, sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Katsir dengan menukil perkataan dari Imam Abu Jafar bin Jarir bahwa para ulama sepakat bahwa shirathal mustaqim yang dimaksud adalah jalan yang jelas yang tidak bengkok.
Akan tetapi, para ulama pakar tafsir yang dulu dan sekarang punya ungkapan yang berbeda-beda untuk menjelaskan apa itu shirath. Namun perbedaan tersebut kembali pada satu pengertian, shirathal mustaqim adalah jalan yang mengikuti ajaran Allah dan tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Demikian kesimpulan dari Ibnu Katsir. Secara jelas jalan yang lurus diterangkan pada ayat selanjutnya, "Jalan yang engkau beri nikmat pada mereka."
Jalan yang Sesat
Dalam Tafsir Ibnu Katsir diterangkan yang diminta dalam ayat di atas adalah hidayah al-irsyad wa at-taufiq, yaitu hidayah untuk bisa menerima kebenaran dan mengamalkannya, bukan sekedar hidayah untuk dapat ilmu. Jadi maksudnya kata beliau, kita minta pada Allah, tunjukkankah kita pada jalan yang lurus. Adapun makna shirathal mustaqim, sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Katsir dengan menukil perkataan dari Imam Abu Jafar bin Jarir bahwa para ulama sepakat bahwa shirathal mustaqim yang dimaksud adalah jalan yang jelas yang tidak bengkok.
Akan tetapi, para ulama pakar tafsir yang dulu dan sekarang punya ungkapan yang berbeda-beda untuk menjelaskan apa itu shirath. Namun perbedaan tersebut kembali pada satu pengertian, shirathal mustaqim adalah jalan yang mengikuti ajaran Allah dan tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Demikian kesimpulan dari Ibnu Katsir. Secara jelas jalan yang lurus diterangkan pada ayat selanjutnya, "Jalan yang engkau beri nikmat pada mereka."
Jalan yang Sesat
Keywords & Tags
More from User
02:57
Pondasi Asmaul Husna
medcom.id
00:53
Fakta Bakpao, Makanan Asli Tionghoa yang Populer di Indonesia
medcom.id
00:53
Tips Jitu Membangun Kepercayaan ke Pasangan
medcom.id
01:36
Ustaz Das'ad Latif: Berikanlah Zakat Dari Saudara Terdekat Yang Membutuhkan
medcom.id
03:14
Ustaz Das'ad Latif: Zakat Tidak Boleh Diremehkan
medcom.id
02:23
Ustaz Das'ad Latif: Semua Yang Berjiwa Wajib Zakat Fitrah!
medcom.id
Related Videos
03:30
Ritual Sesat yang Menewaskan Anak di Temanggung Dilakukan Dua Kali
medcom.id
01:11
Dimana Ruas Jalan Jakarta yang Menjadi Lintasan Formula E?
medcom.id
05:11
Cermin Hati Bersama Aa Gym: Ramadan yang Sukses
medcom.id
01:00
Perhatian, Ini Jalan yang Ditutup Saat Jakarta Muharram Festival 2019
medcom.id
01:49
PuasaPedia | Hal yang Tidak ditemui di Ramadan Tahun Ini
medcom.id
04:12
Menjadi Pribadi yang Super di Bulan Ramadan
medcom.id