Hosted by Dailymotion. For legal issues report at the Copyright Center, report us on DMC, or use the Instant Removal tool.
Inovasi Budidaya Koi Berbasis Internet
Description
BLITAR, KOMPAS.TV - Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, meresmikan sistem budidaya ikan koi berbasis internet di Kabupaten Blitar. Melalui sistem ini, para peternak dapat memberi makan ikan koi dan mengatur kadar air hanya dengan menggunakan gawai.
Abdul Halim Iskandar, Minggu (16/10/2021) siang, berkunjung ke peternakan ikan koi di Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Dalam kunjungannya ini, Abdul Halim Iskandar meresmikan sistem budidaya ikan koi berbasis internet, yang dibuat oleh para peternak.
Dalam sistem pembudidayaan ikan koi berbasis internet ini, alat pakan dan pompa air dapat bekerja secara automatis. Alat pakan ikan koi akan memberi makan sesuai dengan cuaca dan kadar air dalam kolam.
Sementara untuk pompa air, juga akan bekerja untuk menyesuaikan kapasitas dan kadar air dalam kolam, secara automatis. Ke 2 alat tersebut dikendalikan oleh sensor dan program sistem yang terlebih dahulu disetting oleh para peternak melalui komputer.
Dengan penggunaan ke 2 alat tersebut, kini para peternak hanya perlu menggunakan gawai atau laptop untuk memberi makan ikan, serta mengatur kadar air. Penggunaan alat smart feeder dan pompa air automatis tersebut, bermanfaat untuk efisiensi pakan ikan, serta penghematan biaya listrik.
Untuk membuat sistem pembudidayaan ikan koi berbasis internet dalam 1 kolam, para peternak harus merogoh kantong hingga 2 ratus juta rupiah. Meski mahal, namun manfaat yang didapatkan para peternak jaga banyak.
Mulai dari penghematan biaya produksi, hingga lebih terjaminnya kesehatan ikan koi.
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, berencana akan mengadopsi inovasi tersebut, di sejumlah daerah di indonesia. Sehingga para peternak ikan dapat bekerja lebih ringan dan mudah. Serta kualitas ikan yang dihasilkan lebih terjamin.
#beritablitar
#koi
#koiblitar
#inovasi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/222801/inovasi-budidaya-koi-berbasis-internet
Abdul Halim Iskandar, Minggu (16/10/2021) siang, berkunjung ke peternakan ikan koi di Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Dalam kunjungannya ini, Abdul Halim Iskandar meresmikan sistem budidaya ikan koi berbasis internet, yang dibuat oleh para peternak.
Dalam sistem pembudidayaan ikan koi berbasis internet ini, alat pakan dan pompa air dapat bekerja secara automatis. Alat pakan ikan koi akan memberi makan sesuai dengan cuaca dan kadar air dalam kolam.
Sementara untuk pompa air, juga akan bekerja untuk menyesuaikan kapasitas dan kadar air dalam kolam, secara automatis. Ke 2 alat tersebut dikendalikan oleh sensor dan program sistem yang terlebih dahulu disetting oleh para peternak melalui komputer.
Dengan penggunaan ke 2 alat tersebut, kini para peternak hanya perlu menggunakan gawai atau laptop untuk memberi makan ikan, serta mengatur kadar air. Penggunaan alat smart feeder dan pompa air automatis tersebut, bermanfaat untuk efisiensi pakan ikan, serta penghematan biaya listrik.
Untuk membuat sistem pembudidayaan ikan koi berbasis internet dalam 1 kolam, para peternak harus merogoh kantong hingga 2 ratus juta rupiah. Meski mahal, namun manfaat yang didapatkan para peternak jaga banyak.
Mulai dari penghematan biaya produksi, hingga lebih terjaminnya kesehatan ikan koi.
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, berencana akan mengadopsi inovasi tersebut, di sejumlah daerah di indonesia. Sehingga para peternak ikan dapat bekerja lebih ringan dan mudah. Serta kualitas ikan yang dihasilkan lebih terjamin.
#beritablitar
#koi
#koiblitar
#inovasi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/222801/inovasi-budidaya-koi-berbasis-internet
Keywords & Tags
More from User
08:57
Pesta Kesenian Bali 2026 Tampilkan Ribuan Seniman hingga Kuliner Tradisional | JURNAL NUSANTARA
KompasTV
20:57
[FULL] Bung Ropan Prediksi Peraih Sepatu Emas Piala Dunia 2026 dan Duel Portugal Vs Spanyol
KompasTV
17:54
[FULL] Feri Amsari Kritisi Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris BUMN, Bakom RI Buka Suara | SAPA MALAM
KompasTV
18:09
[FULL] Analisis Pakar soal Mojtaba Tak Hadir Pemakaman Khamenei hingga Antisipasi Iran Hadapi AS
KompasTV
10:28
[FULL] - Prosesi Pemakaman Ali Khamenei, Pizaro Gozali Bahas Dinamika Timur Tengah | SAPA MALAM
KompasTV
00:51
Menhut Raja Juli Pilih Diam saat Ditanya Wartawan soal Amplop Bupati Kuansing | KOMPAS MALAM
KompasTV
Related Videos
03:02
Luncurkan 13 Inovasi Berbasis Daring, Pengadilan Negeri Jember 'Go Digital'!
KompasTV
16:38
PDI-P Usung Indonesia Berbasis Riset & Inovasi Nasional
KompasTV
03:14
Easy Des, Inovasi Layanan Desa Berbasis Android, Mengurus Surat Keterangan Cukup Sekali Klik
KompasTV
02:00
Mahasiswa UPGRIS Ciptakan Ventilator Berbasis Internet, Ini Fungsinya
KompasTV
02:15
Siswa MAN Ciptakan Alat Deteksi Banjir Berbasis Internet
KompasTV
01:51
Inspirasional, Mahasiswa Ciptakan Alat Deteksi Penyakit TBC Portabel Berbasis Internet!
KompasTV