Hosted by Dailymotion. For legal issues: Copyright Center · DMC · Instant Removal
Bye Bye January Effect di Bursa Saham
Description
JAKARTA, KOMPAS.TV - Memudarnya January Effect, dan aksi jual di bursa. Perhatian pelaku pasar muncul pada penuhnya kapasitas rumah sakit covid-19.
Semakin sulit masyarakat mendapat akses kesehatan, menjadi sinyal buruk bagi kegiatan bisnis karena tidak kian tinggi ketidak pastiannya.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) diproyeksikan akan bergerak menguat pada Kamis (28/1/2021).
Sebelumnya IHSG ditutup negatif dengan penurunan 0,5 persen pada level 6.109,16.
Analis Artha Sekuritas Dennis Christopher mengatakan, secara teknikal pergerakan IHSG saat ini berada di area oversold sehingga ada potensi rebound jangka pendek.
"IHSG diprediksi meguat. Investor akan mencermati hasil keputusan The Fed terkait suku bunga, selain itu investor akan mengantisipasi rilis laporan keuangan FY20 khususnya untuk sektor perbankan," jelas Dennis dalam rekomendasinya Rabu (27/1/2021).
Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji menyebut, berdasarkan indikator, MACD telah membentuk pola dead cross di area positif.
Sementara itu, Stochastic dan RSI mulai menunjukkan sinyal negatif. "Meskipun demikian, terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat," jelas Nafan.
Berdasarkan rasio fibonacci, adapun support maupun resistance IHSG hari ini berpeluang berada pada kisaran 6.064,55 hingga 6.195,15.
Semakin sulit masyarakat mendapat akses kesehatan, menjadi sinyal buruk bagi kegiatan bisnis karena tidak kian tinggi ketidak pastiannya.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) diproyeksikan akan bergerak menguat pada Kamis (28/1/2021).
Sebelumnya IHSG ditutup negatif dengan penurunan 0,5 persen pada level 6.109,16.
Analis Artha Sekuritas Dennis Christopher mengatakan, secara teknikal pergerakan IHSG saat ini berada di area oversold sehingga ada potensi rebound jangka pendek.
"IHSG diprediksi meguat. Investor akan mencermati hasil keputusan The Fed terkait suku bunga, selain itu investor akan mengantisipasi rilis laporan keuangan FY20 khususnya untuk sektor perbankan," jelas Dennis dalam rekomendasinya Rabu (27/1/2021).
Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji menyebut, berdasarkan indikator, MACD telah membentuk pola dead cross di area positif.
Sementara itu, Stochastic dan RSI mulai menunjukkan sinyal negatif. "Meskipun demikian, terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat," jelas Nafan.
Berdasarkan rasio fibonacci, adapun support maupun resistance IHSG hari ini berpeluang berada pada kisaran 6.064,55 hingga 6.195,15.
Keywords & Tags
More from User
03:55
Polisi Sita Foto Keluarga Terduga Pemilik, Geledah Rumah di Sentul Terkait Kasus TPPU
KompasTV
45:12
[FULL] Amplop ke Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni: Suap atau Gratifikasi? | SATU MEJA THE FORUM
KompasTV
22:15
[FULL] Kebakaran TPA Berulang, Bukti Krisis Pengelolaan Sampah? Ini Kata Pengamat | SAPA PAGI
KompasTV
27:15
[FULL] Erling Haaland Vs Kylian Mbappe, Siapa Naik Harga Usai Pesta Bola 2026 di AS? | KOMPAS BISNIS
KompasTV
06:04
KPK Buka Peluang Panggil Menhut, Saor Siagian Usul Raja Juli Nonaktif Sementara | SATU MEJA
KompasTV
09:47
DPR Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi: Jangan Berhenti di Satu Kasus | SATU MEJA
KompasTV
Related Videos
20:08
[FULL] IHSG Anjlok! Wakil Ketua DPR Dasco, Menteri Investasi Rosan-OJK Sidak Bursa Efek Indonesia
KompasTV
06:22
IHSG Naik Turun, Bursa Saham Rawan Profit Taking
KompasTV
06:06
IHSG Mulai Menguat, Ini Kabar Bursa Saham di Tengah PSBB Jakarta & Pemulihan Ekonomi
KompasTV
06:06
Tips dan Trik Memulai Investasi di Bursa Saham AS, Wall Street
KompasTV
02:54
Menanti Keampuhan "Jokowi Effect" di Bursa Saham
KompasTV
02:11
Ingin Investasi Saham? Kenali Cara Kerja Indeks Harga Saham Gabungan
KompasTV