Hosted by Dailymotion. For legal issues report at the Copyright Center, report us on DMC, or use the Instant Removal tool.
Berlari Kurangi Risiko Kematian Dini
6,498 Views • Nov 18, 2022
Description
“Banyak manfaat dari berlari, bahkan meski hanya dilakukan seminggu sekali. Namun porsi yang berlebihan tak menjamin dapat menekan risiko kematian dini lebih banyak lagi,” demikian para peneliti menulis dalam jurnal daring British Journal of Sports Medicine, pekan lalu.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan 3,2 juta kematian setiap tahun terjadi akibat orang malas melakukan aktivitas fisik. Hanya, belum jelas seberapa besar dampak berlari untuk mencegah risiko kematian dini itu, terutama akibat penyakit jantung dan kanker.
Karena itu, para peneliti meninjau penelitian yang telah diterbitkan, presentasi konferensi, dan tesis doktoral dalam berbagai database akademik. Mereka mencari hubungan antara berlari dan risiko kematian dini akibat penyakit jantung maupun kanker.
Hasilnya, mereka menemukan 14 studi yang sesuai. Studi tersebut melibatkan 232.149 orang, yang kesehatannya dipantau selama 5,5 hingga 35 tahun. Namun, selama waktu penelitian berlangsung, 25.951 peserta di antaranya meninggal dunia.
Meski begitu, para peneliti menemukan hubungan antara frekuensi lari dan penurunan risiko kematian sebesar 27 persen, baik pada pria maupun wanita. Selain itu, ditemukan penurunan sekitar 30 persen risiko kematian akibat penyakit jantung dan 23 persen akibat kanker.
Manfaat signifikan lainnya juga terlihat pada mereka yang gemar berjalan kaki seminggu sekali atau kurang dengan durasi lebih-kurang 50 menit dan kecepatan di bawah 8 kilometer per jam.
Penulis pertama penelitian ini, Jeljko Pedišić dari Universitas Victoria di Australia, mengatakan berlari baik untuk menjaga kesehatan dan banyak manfaat lain yang didapat meski hanya dilakukan seminggu sekali. Berjalan 50 menit seminggu pun sama menyehatkan.
"Tapi bukan berarti mereka yang melakukan lebih dari sekali seminggu tak mendapatkan manfaat yang sama. Manfaatnya tak jauh berbeda, hanya bukan berarti semakin sering berlari berarti risiko kematian dini juga semakin kecil,” kata Pedišić.
Pedoman National Health Service (NHS) pun merekomendasikan 75 menit aktivitas fisik dalam sepekan untuk orang dewasa atau 150 menit aktivitas moderat. Namun Pedišić mengatakan penelitian ini menunjukkan sedikit waktu untuk berlari dapat menghasilkan manfaat yang sama, terutama menghadapi risiko kematian dini.
Sebab, sejumlah faktor diperhitungkan ketika menganalisis hubungan berlari dengan penurunan risiko kematian dini, termasuk usia, jenis kelamin, status kesehatan, kelebihan berat badan atau obesitas, dan gaya hidup. “Temuan ini masih harus mempertimbangkan faktor-faktor lain sampai taraf tertentu," kata Pedišić.
Kekuarangan lain studi ini termasuk jumlah lari yang dilaporkan sendiri dan kebiasaan lari yang hanya dilakukan pada waktu tertentu. Sementara itu, tidak semua penelitian sebelumnya mempertimbangkan jenis latihan lain yang mungkin dilakukan oleh peserta, seperti renang.
Charlie Foster dari Universitas Bristol, ketua komite ahli kepala medis di Inggris untuk aktivitas fisik, menyarankan agar kita melakukan aktivitas fisik yang paling kita sukai dan lakukan terus. “Jika Anda tak suka berlari, berjalanlah sebanyak yang Anda bisa,” ujar dia.
Subscribe: https://www.youtube.com/c/tempovideochannel
Official Website: http://www.tempo.co
Official Video Channel on Website: http://video.tempo.co
Facebook: https://www.facebook.com/TempoMedia
Instagram:https://www.instagram.com/tempodotco/
Twitter: https://twitter.com/tempodotco
Google Plus: https://plus.google.com/+TempoVideoChannel
More from User
Pelajar Tewas Akibat Kabel Listrik. Siapa Bertanggung Jawab?
TempoVideo
Penyelidikan Tak Berhenti, KPK Cari Celah Dugaan Korupsi MBG
TempoVideo
Jokowi Mengaku Siap Jadi Saksi dan Pamer Ijazah saat Sidang Roy Suryo
TempoVideo
Pegawai SPPG Ikut Demo Dukung MBG di Jakarta
TempoVideo
ILRC Klaim Penyiksaan Perempuan di Bandung Mengarah ke Femisida
TempoVideo
Sejumlah Tuntutan Demo PMII di DPR
TempoVideo
Related Videos
Vaksin mRNA Signifikan Kurangi Risiko Infeksi COVID-19 Setelah Divaksinasi Penuh
TempoVideo
Benarkah Vodka Bisa Kurangi Risiko Terinfeksi Virus Covid-19?
TempoVideo
Perawat Potong Rambut untuk Kurangi Risiko Infeksi Virus Corona
TempoVideo
Alpukat Kurangi Risiko Diabetes
TempoVideo
Vaksin TB Disebut Bisa Kurangi Tingkat Kematian Covid-19
TempoVideo
Duduk Terlalu Lama Bisa Sebabkan Kematian Dini, Cek Faktanya
TempoVideo